Rabu, 28 September 2022

Islam Sebagai Adikuasa

          Islam adalah agama yang mengajarkan tentang akhlak yang baik, di mana akhlak tersebut sangat penting bahkan lebih penting dari pada ilmu. Karna orang yang akhlak tapi tidak berilmu itu bisa belajar, namun jika orang yang berilmu namun tidak berakhlak maka di sayangkan sekali, orang tersebut bisa saja menjadi sombong dan salah dalam menggunakan ilmu nya. Nabi Muhammad Saw merupakan orang yang menjadi pencetus datang nya Agama Islam, yang mana Islam pada awalnya tidak berjumlah banyak dikarenakan masih belum percayanya orang-orang kafir terhadap agama Islam. Orang-orang kafir pun menyiksa dan menghina Nabi Muhammad Saw serta para pengikutnya, akan tetapi Nabi Muhammad Saw dan para pengikutnya tidak putus asa dan pantang menyerah mendakwahkan Agama Islam. Seiring berjalannya waktu Agama Islam berkembang sangat pesat. 

          Adikuasa merupakan kekuatan yang sangat besar, sedangkan negara adikuasa adalah negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan wilayah yang sangat besar. Islam sebagai adikuasa berjalan cukup lama, di mana Islam di pimpin oleh Rasulullah di Yastrib. Disinilah muncul peradaban baru Islam di mana sebelumnya belum pernah ada peradaban Islam, sehingga Islam menjadi adikuasa disana.

Selama menjabat sebagai pemimpin, Rasulullah saw. telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

a. Proklamasi berdirinya sebuah negara dengan cara mengumumkan nama Madinah al-Munawarah bagi kota Yatsrib.

b. Mendirikan Masjid Nabawi sebagia pusat kegiatan umat Islam.

c. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, persaudaraan berdasarkan agama sebagai basis warga Negara.

d. Membuat Undang-undang dan peraturan berdasarkan perjanjian-perjanjian yang terkenal dengan istilah Traktat Madinah.

e. Membuat batas wilayah sebagai basis territorial dengan membuat parit pada waktu perang Khandaq. 

f. Membuat lembaga-lembaga pelengkap sebuah pemerintahan, semisal angkatan perang, pengadilan, lembaga pendidikan, baitul mal, lembaga yang mengatur administrasi negara serta menyusun ahli-hali yang cakap yang bertindak sebagai pendamping Nabi.

          Pencapaian kekuasaan tersebut didukung oleh keahlian Rasulullah saw. yang memiliki kemampuan dan keahlian sebagai seorang pemimpin. Hal ini tergambar dari apa yang dikemukakan oleh K. Ali yang menyebutkan beberapa landasan pokok dalam menunjang keberhasilan kekuasan Rasulullah saw. yaitu bidang pemerintahan, sistem propinsial, sistem pendapatan negara, kemiliteran, dan sistem pendidikan. 

          Faktor-faktor penyokong Islam sebagai adikuasa dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor intern meliputi ajaran dan nilai Islam, watak bangsa Arab, penguasaan strategi dan medan, berkembangnya pemikiran rasional agamais, berkembangnya sains (ilmu pengetahuan dan teknologi), profesionalisme, pemakaian mazhab muktazilah sebagia mazhab resmi daulah Abbasiyah. Faktor ekstern antara lain kelemahan Bizantium dan Persia, alasan ekonomi serta kedekatan etnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...