Rabu, 28 September 2022

STUDI PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM; MENELUSURI JEJAK KEJAYAAN ISLAM DI ERA ABBASIYAH

          Kemajuan Islam dapat kita lihat dari berbagai aspek yaitu ilmu pengetahuan, sejarah, matematika, ilmu bumi,kedokteran, sipil, kemasyarakatan dan lain sebagainya. Kemajuan yang ada telah membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik. Kontribusi Islam terhadap dunia telah diakui dan dikenal oleh dunia. Orang barat secara obyektif juga mengakuinya, sedangkan orang yang tidak suka akan memandangnya dengan sebelah mata dan tetap bersikeras bahwa kebudayaan merekalah yang diambil dari Yunani. Mereka menutup hati dan mata mereka bahwa tentu saja banyak kata dan istilah-istilah keilmuan mereka berasal dari bahasa Arab. Kemajuan di segala bidang telah membuat orang Islam menjadi masyarakat yang kosmopolitan, namun begitu dinamika sosial tetap diwarnai oleh fenomena masyarakat yang metropolis, megah dan keduniaan. Tidak hanya itu, oleh pergolakan-pergolakan terutama dalam wilayah politik pada kekhalifahan pada masa itu.

         Sudah seharusnya kita menjaga warisan peradaban Islam dari para leluhur dahulu, karena tidak banyak orang seberuntung orang Islam yang memiliki peradaban yang di bawa oleh Rasulullah dan para sahabat nya. Banyak sekali hikmah dan dampak positif bagi kita sebagai masyarakat Islam di mana dapat kita terapkan di kehidupan kita sekarang ini. Tidak sepantasnya kita malah mengikuti peradaban orang barat yang jelas-jelas menyimpang dari peradaban Islam yang sudah jelas dan beberapa dari orang barat juga mengakui peradaban Islam tersebut.

Islam Sebagai Adikuasa

          Islam adalah agama yang mengajarkan tentang akhlak yang baik, di mana akhlak tersebut sangat penting bahkan lebih penting dari pada ilmu. Karna orang yang akhlak tapi tidak berilmu itu bisa belajar, namun jika orang yang berilmu namun tidak berakhlak maka di sayangkan sekali, orang tersebut bisa saja menjadi sombong dan salah dalam menggunakan ilmu nya. Nabi Muhammad Saw merupakan orang yang menjadi pencetus datang nya Agama Islam, yang mana Islam pada awalnya tidak berjumlah banyak dikarenakan masih belum percayanya orang-orang kafir terhadap agama Islam. Orang-orang kafir pun menyiksa dan menghina Nabi Muhammad Saw serta para pengikutnya, akan tetapi Nabi Muhammad Saw dan para pengikutnya tidak putus asa dan pantang menyerah mendakwahkan Agama Islam. Seiring berjalannya waktu Agama Islam berkembang sangat pesat. 

          Adikuasa merupakan kekuatan yang sangat besar, sedangkan negara adikuasa adalah negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan wilayah yang sangat besar. Islam sebagai adikuasa berjalan cukup lama, di mana Islam di pimpin oleh Rasulullah di Yastrib. Disinilah muncul peradaban baru Islam di mana sebelumnya belum pernah ada peradaban Islam, sehingga Islam menjadi adikuasa disana.

Selama menjabat sebagai pemimpin, Rasulullah saw. telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

a. Proklamasi berdirinya sebuah negara dengan cara mengumumkan nama Madinah al-Munawarah bagi kota Yatsrib.

b. Mendirikan Masjid Nabawi sebagia pusat kegiatan umat Islam.

c. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, persaudaraan berdasarkan agama sebagai basis warga Negara.

d. Membuat Undang-undang dan peraturan berdasarkan perjanjian-perjanjian yang terkenal dengan istilah Traktat Madinah.

e. Membuat batas wilayah sebagai basis territorial dengan membuat parit pada waktu perang Khandaq. 

f. Membuat lembaga-lembaga pelengkap sebuah pemerintahan, semisal angkatan perang, pengadilan, lembaga pendidikan, baitul mal, lembaga yang mengatur administrasi negara serta menyusun ahli-hali yang cakap yang bertindak sebagai pendamping Nabi.

          Pencapaian kekuasaan tersebut didukung oleh keahlian Rasulullah saw. yang memiliki kemampuan dan keahlian sebagai seorang pemimpin. Hal ini tergambar dari apa yang dikemukakan oleh K. Ali yang menyebutkan beberapa landasan pokok dalam menunjang keberhasilan kekuasan Rasulullah saw. yaitu bidang pemerintahan, sistem propinsial, sistem pendapatan negara, kemiliteran, dan sistem pendidikan. 

          Faktor-faktor penyokong Islam sebagai adikuasa dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor intern meliputi ajaran dan nilai Islam, watak bangsa Arab, penguasaan strategi dan medan, berkembangnya pemikiran rasional agamais, berkembangnya sains (ilmu pengetahuan dan teknologi), profesionalisme, pemakaian mazhab muktazilah sebagia mazhab resmi daulah Abbasiyah. Faktor ekstern antara lain kelemahan Bizantium dan Persia, alasan ekonomi serta kedekatan etnis.

PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...