Selasa, 17 Mei 2022

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

 

Karakteristik peserta didik adalah aspek-aspek atau kualitas yang ada pada diri seorang peserta didik yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan dalam berfikir, dan kemampuan yang dimiliki sejak awal. Berdasarkan landasan yuridis dan teoritik, perlu dilakukan identifikasi karakteristik peserta didik. Pertama, pada Peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan bahwa pengembangan pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan  tuntutan, bakat, minat, kebutuhan, dan kepentingan siswa. Kedua, secara teoretik siswa berbeda dalam banyak hal yang meliputi perbedaan fitrah individual disamping perbedaan latar belakang keluarga, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Karakteristik peserta didik itu harus sesuai dengan tahap-tahap perkembangan dari peserta didik tersebut. Misalnya, seperti keberhasilan di dalam bidang akademik pada sekolah dasar menjadi hal utama sebagai salah satu pencapaian keberhasilan seorang peserta didik, oleh karena itu penghargaan yang diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan akademik tinggi akan sangat dirasakan dan akan membuat mereka merasa bangga atas apa yang telah dicapainya. Sebaliknya, bagi mereka yang duduk di bangku sekolah menengah, baik itu menengah pertama maupun menengah atas, akan mulai memiliki pergesaran pandangan terhadap makna keberhasilan belajar peserta didik. Perkembangan peserta didik akan berjalan lurus dengan kompleksitas masalah yang akan dihadapi oleh guru saat mengajar. Kenyataannya yang juga harus dihadapi oleh guru yaitu meskipun  mereka menghadapi kelompok kelas dengan umur yang tidak beda jauh tetapi guru tidak bisa memperlakukannya sama saja terhadap perbedaan karakteristik peserta didik. Setiap satuan kelas itu berbeda dalam hal motivasi belajar, kemampuan belajar, taraf pengetahuan, latar belakang, dan sosial ekonomi. Hal ini mengharuskan guru memperlakukan peserta didik yang  berbeda kelas itu dengan pendekatan yang berbeda.

Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa adalah bertujuan untuk menentukan apa yang harus diajarkan tidak perlu diajarkan didalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Karena itu, merupakan kegiatan yang sama sekali bukan untuk menentukan pra syarat dalam menyeleksi peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran. Menjadi seorang guru yang baik memang tidaklah cukup dengan mengandalkan kemampuan dalam materi saja, namun guru yang baik yaitu guru yang dapat mengenali dan memahami karakteristik peserta didiknya dengan cara mengenali dan memahami karakteristik peserta didik, guru tersebut dapat tahu apa yang dibutuhkan oleh peserta didik dan mampu mengarahkan serta membimbing peserta didiknya, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Pembelajaran di setiap harinya lebih dominasi oleh keaktifan guru dalam hal ini siswa lebih ke pasif dalam pembelajaran perlu adanya instruksi langsung dari guru agar peserta didik mau beranjak dari tempat duduknya dan bergerak untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Pentingnya bagi seorang guru untuk dapat mengenali dan memahami karakteristik peserta didik. Salah satu manfaat ketika guru mengenali dan memahami karakter peserta didik merupakan sebuah proses belajar mengajar yang berlangsung dengan baik. Karena hal tersebut merupakan keinginan setiap guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Selain itu, ada juga manfaat dari memahami karakteristik peserta didik, dimana selain berperan untuk rancangan pembelajaran, ada beberapa manfaat lain yang didapatkan dari menganalisis peserta didik di dalam kelas, yaitu : 1. Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal. 2. Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi. 3. Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa, contohnya tongkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efesiens. 4. Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap keberhasilan dan cara belajar mereka. 5. Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat. 6. Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah diperoleh siswa sebelumnya. 7. Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam menyajikan materi. 8. Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.

Dalam lingkup belajar mengajar yang dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah seringkali dijumpai ketidak-sesuaian dengan kondisi, situasi, dan kebutuhan siswa. Penggunaan model, strategi, pendekatan, metode, dan media yang selalu sama, bahkan guru ada yang tidak menggunakan media, sehingga pada semua mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, membuat peserta didik kurang termotivasi dan kurang bersemangat mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran di setiap harinya lebih dominasi oleh keaktifan guru dalam hal ini siswa lebih ke pasif dalam pembelajaran perlu adanya instruksi langsung dari guru agar peserta didik mau beranjak dari tempat duduknya dan bergerak untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Pentingnya bagi seorang guru untuk dapat mengenali dan memahami karakteristik peserta didik. Salah satu manfaat ketika guru mengenali dan memahami karakter peserta didik merupakan sebuah proses belajar mengajar yang berlangsung dengan baik. Karena hal tersebut merupakan keinginan setiap guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan di capai, aktivitas apa yang perlu dilakukan, dan bagaimana cara yang tepat mengajar bagi peserta didik. Sebenarnya karakteristik peserta didik ini harus menjadi hal yang cukup berperan penting bagi pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas didalam pembelajaran. Karena selama  belajar mengajar didalam kelas akan berhadapan dengan karakter yang berbeda.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...