Senin, 20 Juni 2022

Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran sebagai sebuah panduan, yang artinya perangkat pembelajaran ini memberikan panduan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru didalam kelas. Selain itu juga, perangkat pembelajaran memberikan panduan dalam membangun teknik mengajar dan memberikan panduan untuk mencapai perangkat pembelajaran yang lebih baik lagi kedepannya. Perangkat pembelajaran juga mempermudah seorang guru dalam membuat proses fasilitas dalam pembelajaran. Dengan adanya perangkat pembelajaran ini, seorang guru mudah menyampaikan materi yang hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat. Merencanakan sebelum melakukan merupakan sesuatu hal yang bagus, dan bijak. Begitu juga dengan guru yang akan melaksanakan proses belajar mengajar, guru bisa memulainya dari mempersiapkan dan merencanakan pembelajaran terlebih dahulu. 

Salah satu upaya agar pembelajaran bisa lebih aktif dan efektif yaitu dengan mengetahui apa itu perangkat pembelajaran. Maka dari itu kita harus mengetahui dahulu apa itu perangkat pembelajaran, setelah itu baru kita mempelajari dan mempraktikkan apa yang kita ketahui tentang perangkat pembelajaran tersebut. Dengan adanya perangkat pembelajaran ini, guru juga bisa menilai dari hasil kerjanya selama ia mengajar. Selain itu guru juga bisa melakukan evaluasi terhadap pembelajaran agar bisa ditingkatkan dari segi kinerja dan cara mengajarnya agar peserta didik bisa lebih berkembang dengan pesat. Selain untuk menjadi pelengkap administrasi, perangkat pembelajaran juga bisa mengembangkan kedewasaan dari seorang guru dalam ranah profesional. Guru juga bisa memaksimalkan dirinya menjadi seorang guru yang ideal dengan cara melakukan evaluasi kinerja dari waktu ke waktu. Sehingga kapabilitas seorang guru bisa naik level. Dalam praktek perangkat pembelajaran ini seharusnya tidak hanya kita jadikan sebuah dokumen untuk kegiatan yang sifatnya administratif saja, akan tetapi lebih bijak lagi jika dokumen-dokumen tersebut benar-benar dimanfaatkan guru untuk menunjang proses pembelajaran. Sehingga dengan maksimalnya perangkat pembelajaran yang dimiliki peserta didik ini diharapkan anak-anak didik kita bisa merasakan sebuah pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan menambah wawasan. Perangkat pembelajaran juga dijadikan sebagai dokumen kontrol untuk perbaikan pembelajaran kedepannya bagi seorang pendidik.


Perangkat pembelajaran terdiri dari :


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selanjutnya dijelaskan bahwa RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup beberapa hal yaitu: (1) Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/ semester; (2) Materi Pokok; (3) Alokasi waktu; (4) Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5) Materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6) Media, alat dan sumber belajar; (7) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (7) Penilaian.


Lembar Kerja Siswa (LKS)


LKS adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tugas yang diperintahkan dalam LKS harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. LKS digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik dan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar.


Media Pembelajaran


Media pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan. Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi: Masyarakat disekeliling sekolah. Lingkungan fisik disekitar sekolah, bahan-bahan yang tersisa atau tidak dipakai, bahan-bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar, serta peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Jadi, media pembelajaran lingkungan adalah pemahaman terhadap gejala atau tingkah laku tertentu dari objek atau pengamatan ilmiah terhadap sesuatu yang ada di sekitar sebagai bahan pengajaran siswa sebelum dan sesudah menerima materi dari sekolah denga membawa pengalaman dan penemuan dengan apa yang mereka temui di lingkungan mereka.


Silabus


Silabus ini merupakan rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 


Bahan Ajar 


Sebagai pendidik sudah menjadi kewajiban untuk menyiapkan bahan ajar bagi siswa. Untuk menyampaikan bahan ajar biasanya pendidik menggunakan beragam metode agar siswa dapat lebih mudah dalam menerima materi ajar. Untuk melancarkan proses belajar pendidik pun juga bisa menggunakan berbagai macam media untuk menjelaskan materi.


Jenis bahan ajar banyak sekali jenisnya mulai dari bahan ajar cetak, audio, visual dan multimedia interaktif. Pendidik dapat menggunakan proyektor, laptop, website, media sosial dan masih banyak lainnya.


Namun dari keempat jenis bahan ajar tersebut, bahan ajar yang paling relatif mudah dibuat adalah bahan ajar cetak.


Dalam pengelompokannya bahan ajar dibagi menjadi 5 jenis :


1. Bahan ajar yang tidak diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model;

2. Bahan ajar yang diproyeksikan, seperti slide, filmstrips, overhead transparencies, proyeksi komputer;

3. Bahan ajar audio, seperti kaset dan compact disc;

4 Bahan ajar video, seperti video dan film;

5. Bahan ajar (media) komputer, misalnya Computer Mediated Instruction (CMI), Computer based Multimedia atau Hypermedia.


Perangkat Evaluasi


Perangkat Evaluasi ini dapat juga disebut instrumen penilaian hasil belajar atau instrumen evaluasi yang merupakan alat (ukur) yang digunakan untuk mengumpulkan atau mengolah informasi mengenai pencapaian hasil belajar para peserta didik.

Minggu, 12 Juni 2022

SISTEM EVALUASI


Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil yang telah di capai oleh pendidik dalam proses pembelajaran yaitu melalui evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi dan penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan proses untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Jadi, evaluasi pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi secara sistematis untuk menetapkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian, yang dalam prosesnya melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pelaporan. Ketiga tahap itu harus sejalan dengan prinsip-prinsip umum dalam evaluasi pembelajaran yang harus dipenuhi untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, yaitu prinsip kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, kooperatif, dan praktis.

Untuk menuju kualitas pembelajaran yang baik, diperlukan sistem penilaian yang baik pula. Agar penilaian dapat berfungsi dengan baik, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sangat perlu untuk menetapkan standar penilaian yang menjadi dasar dan acuan bagi guru dan praktisi pendidikan dalam melakukan kegiatan penilaian. Untuk mewujudkan haltersebut, perlu kerja sama yang baik dari pihak-pihak yang berkaitan, seperti guru, siswa, dan sekolah. Dengan peranan yang berbeda sesuai proporsi masing-masing, dan tiap-tiap pihak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya, akan tercipta suasana yang kondusif, dinamis, dan terarah untuk perbaikan kualitas pembelajaran melalui perbaikan sistem penilaian. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran berperan untuk mengetahui efisiensi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Dengan demikian, tujuan evaluasi adalah untuk memperbaiki cara, pembelajaran, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi peserta didik, serta menempatkan peserta didik pada situasi pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya.

Dalam kegiatan belajar, guru harus memerhatikan evaluasi program pembelajaran yang akan diterapkan dalam kelas. Evaluasi pembelajaran yang akan dilakukan guru adalah salah satu unsur penting dalam proses belajar mengajar. Evaluasi ini akan dilakukan guru setelah proses belajar atau transfer knowledge melalui tugas dan materi yang diajar telah selesai dilakukan. Adapun penilaian yang dilakukan guru bisa secara formatif dan sumatif. Ketika penilaian telah selesai dilakukan, maka evaluasi juga telah selesai dilaksanakan. Pemahaman tentang penilaian sebagai evaluasi pembelajaran kurang tepat adanya. Hal ini dikarenakan pelaksanaan penilaian yang dilakukan guru saat proses belajar hanya terbatas, yaitu mengenai pencapaian tujuan pembelajaran sudah tercapai atau tidak. Evaluasi pembelajaran tidak hanya berurusan pada nilai yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang telah diberikan guru, tetapi evaluasi program juga akan mengkaji banyak faktor. Oleh karena itu, evaluasi program sangat penting untuk diperkenalkan kepada seluruh guru, karena evaluasi memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia.

Ada tujuh hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan evaluasi program pembelajaran, sebagai berikut :

1.  Analisis Kebutuhan

Dalam hal ini, analisis yang dilakukan guru untuk membantu mereka dalam mengidentifikasi kebutuhan dan mempermudah mereka dalam menentukan skala prioritas pemecahannya. Analisis yang akan dilakukan guru seperti dalam menentukan kebutuhan siswa, baik secara individu maupun kelompok.

2. Menentukan Tujuan Penilaian

Selain itu, guru juga harus menentukan tujuan penilaian. Tujuan penilaian tersebut harus dirumuskan secara jelas dan tegas, karena berperan penting dalam menentukan arah, ruang lingkup materi ajar, model pembelajaran yang akan digunakan, serta karakter alat penilaian. Tujuan penilaian harus dirumuskan sesuai dengan jenis penilaian yang akan dilakukan guru, seperti penilaian formatif, sumatif, penempatan, atau diagnostik. Adapun rumusan dalam tujuan penilaian harus memerhatikan domain hasil belajar siswa.

3. Mengidentifikasi Kompetensi dan Hasil Belajar

Guru harus mengidentifikasi kompetensi dan hasil belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang ada dalam kurikulum yang berlaku, yang dimulai dari standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar siswa hingga indikator pembelajaran.

4. Menyusun Kisi-Kisi

Dalam hal ini, penyusunan kisi-kisi yang dipersiapkan guru yaitu terkait penilaian yang relevan dengan materi pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru kepada siswa. Fungsi dari kisi-kisi tersebut yaitu sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal dalam tes siswa. Kisi-kisi tersebut juga harus disusun berdasarkan silabus, sehingga guru terlebih dulu harus menganalisis silabus sebelum menyusun kisi-kisi.

5. Mengembangkan Draf Instrumen

Draf instrumen penilaian yang disusun guru bisa berupa tes maupun non-tes. Dalam bentuk tes, berarti guru harus membuat soal dengan pertanyaan yang jelas dan terfokus. Sedangkan dalam bentuk non-tes, guru dapat membuatnya dalam bentuk angket, lembar observasi, kegiatan wawancara, dan studi dokumentasi.

6. Uji Coba dan Analisis Soal

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui soal-soal yang perlu diubah, diperbaiki, bahkan soal yang harus dibuang, serta soal mana yang baik untuk digunakan selanjutnya. Soal yang baik merupakan soal yang sudah mengalami uji coba dan revisi yang didasarkan atas analisis empiris dan rasional.

7. Revisi dan Merakit Soal

Jika soal telah diuji dan dianalisis, maka langkah selanjutnya adalah melakukan revisi yang sesuai dengan proporsi tingkat kesukaran soal dan daya pembeda. Dengan demikian, akan terdapat soal yang bisa diperbaiki dari penyampaian bahasa, pokok soal, ataupun harus direvisi total.

 

Selasa, 07 Juni 2022

STRATEGI PEMBELAJARAN

Untuk menghasilkan pendidikan yang baik, tentunya harus memiliki strategi dalam proses belajar mengajar (pembelajaran). Oleh karena itu penetapan strategi yang relevan atau cocok dan sesuai merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang tepat akan membina peserta didik untuk berfiir mandiri, kreatif dan sekaligus dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi yang terjadi dan yang akan mungkin terjadi. Karena penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat fatal. Sebab akan terjadi kerugian dan berlawanan dengan apa yang ingin dicapai, misalnya seorang dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan tetapi mengajar dengan cara-cara otoriter dan kaku. Maka dalam hal ini yang akan mengakibatkan kefatalan terhadap mahasiwa tersebut dan menyebabkan tidak mendapatkan hasil. Strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi merupakan suatu seni merancang operasi didalam peperangan seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam angkatan darat atau angkatan laut. Secara umum, strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989) Strategi pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya konseptual dan strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata. Metode pembejaran yang dapat dipilih dari konsep strategi pembelajaran ini terdiri dari metode ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi , simulasi, pengalaman lapangan, mind Mapping, drama dan lain-lain. Tentu saja dalam pelaksanaan strategi pembelajaran terdapat tujuan serta fungsi dari strategi pembelajaran tersebut, anatara lain : memberikan isi pembelajaran kepada pembelajar atau peserta didik, dan menyajikan informasi atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam belajar untuk menunjukan cara, berperilaku dan berpenampilan dalam bekerja. Selain itu juga ada tujuan mengapa guru harus dan wajib memahami berbagai strategi pembelajaran. Dengan menggunakan strategi pembelajaran guru akan lebih mudah untuk menentukan informasi serta mengelola tahap demi tahap pembelajaran yang akan dilakukan dengan efektif dan efesien. Pembelajaran ini akan berpusat pada siswa dimana guru-guru akan berperan sebagai fasilitator yang mengelola pembelajaran tersebut.

Karena kadang-kadang dalam proses pembelajaran guru kaku dengan mempergunakan satu atau dua metode, dan menerjemahkan metode itu secara sempit dan menerapkan metode pembelajaran di kelas dengan metode yang pernah ia baca. Dimana metode pembelajaran ini cara untuk menyampaikan, menyajikan, memberi latihan, dan memberi contoh pelajaran kepada siswa, dengan demikian metode dapat di kembangkan dari pengalaman, seseorang guru yang berpengalaman dia dapat menyuguhkan materi kepada siswa dan siswa mudah menyerapkan materi yang disampaikan oleh guru secara sempurna dengan mempergunakan metode yang dikembangkan dengan dasar pengalamannya, metodemetode dapat dipergunakan secara variatif, dalam arti kata kita tidak boleh monoton dalam suatu metode. Dalam proses belajar mengajar guru dihadapkan untuk memilih metode-metode dari sekian banyak metode yang telah ditemui oleh para ahli sebelum ia menyampaikan materi pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada lima, yaitu :

Strategi discovery learning

Strategi discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan pelajar dapat mengorganisasi sendiri.

 

Strategi Inkuiri Learning

Strategi Inkuiri Learning didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) yaitu Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi peserta didik untuk melakukan eksperimen sendiri. Maksud dalam arti luas yaitu ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol-simbol dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, dan membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.

 

Strategi Problem Based Learning (PBL)

Strategi Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik ini belajar berfikir lebih kritis dan memiliki keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan.

 

Strategi Project Based Learning

Strategi Project Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media pembelajaran. Dimana peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajarnya.

 

Strategi Saintifik Learning

Strategi Saintifik Learning merupakan proses oses pembelajaran yang direncanakan dan dirancang sedemikian rupa agar  peserta didik secara aktif menyusun konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi dan menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang telah ditemukan.

 

Adapun dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran, yaitu sebagai berikut :

Beberapa prinsip-prinsip yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih strategi pembelajaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut mesti berdasarkan pada penetapan.

 

Tujuan Pembelajaran

Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasaran tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu strategi yang harus digunakan guru. Misalnya, seorang guru Olahraga dan Kesehatan menetapkan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendemontrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu siswa-siswa mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru memberi instruksi, petunjuk, aba-aba dan dilaksanakan di lapangan, kemudian metode demonstrasi, siswa-siswa mendemonstrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar, selanjutnya dapat digunakan metode pembagian tugas, siswa-siswa kita tugasi, bagaimana menjadi keeper, kapten, gelandang, dan apa tugas mereka, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama dan menendang bola.

 

Aktivitas dan Pengetahuan Awal Siswa

Belajar merupakan berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan hanya terbatas pada aktifitas fisik saja akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis atau aktivitas mental. Pada awal atau sebelum guru masuk ke kelas memberi materi pengajaran kepada siswa, ada tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Sewaktu memberi materi pengajaran kelak guru tidak kecewa dengan hasil yang dicapai siswa, untuk mendapat pengetahuan awal siswa guru dapat melakukan pretes tertulis, tanya jawab di awal pelajaran. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran yang tepat pada siswa-siswa.

 

Integritas Bidang Studi/Pokok Bahasan

Mengajar merupakan usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian secara terintegritas.

 

Alokasi Waktu dan Sarana Penunjang

Waktu yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran 45 menit, maka metode yang dipergunakan telah dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran itu dapat dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang, seperti transparan, chart, video pembelajaran, film, dan sebagainya.

 

Jumlah Siswa

Idealnya metode yang kita terapkan di dalam kelas perlu mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir, rasio guru dan siswa agar proses belajar mengajar efektif, ukuran kelas menentukan keberhasilan terutama pengelolaan kelas dan penyampaian materi.

 

Pengalaman dan Kewibawaan Pengajar

Guru yang baik adalah guru yang berpengalaman, pribahasa mengatakan ”Pengalaman adalah guru yang baik”, hal ini diakui di lembaga pendidikan, kriteria guru berpengalaman, dia telah mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka sekarang bagi calon kepala sekolah boleh mengajukan permohonan menjadi kepala sekolah bila telah mengajar minimal 5 tahun. Dengan demikian guru harus memahami seluk-beluk persekolahan.


PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...