Selasa, 07 Juni 2022

STRATEGI PEMBELAJARAN

Untuk menghasilkan pendidikan yang baik, tentunya harus memiliki strategi dalam proses belajar mengajar (pembelajaran). Oleh karena itu penetapan strategi yang relevan atau cocok dan sesuai merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang tepat akan membina peserta didik untuk berfiir mandiri, kreatif dan sekaligus dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi yang terjadi dan yang akan mungkin terjadi. Karena penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat fatal. Sebab akan terjadi kerugian dan berlawanan dengan apa yang ingin dicapai, misalnya seorang dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan tetapi mengajar dengan cara-cara otoriter dan kaku. Maka dalam hal ini yang akan mengakibatkan kefatalan terhadap mahasiwa tersebut dan menyebabkan tidak mendapatkan hasil. Strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi merupakan suatu seni merancang operasi didalam peperangan seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam angkatan darat atau angkatan laut. Secara umum, strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989) Strategi pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya konseptual dan strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata. Metode pembejaran yang dapat dipilih dari konsep strategi pembelajaran ini terdiri dari metode ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi , simulasi, pengalaman lapangan, mind Mapping, drama dan lain-lain. Tentu saja dalam pelaksanaan strategi pembelajaran terdapat tujuan serta fungsi dari strategi pembelajaran tersebut, anatara lain : memberikan isi pembelajaran kepada pembelajar atau peserta didik, dan menyajikan informasi atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam belajar untuk menunjukan cara, berperilaku dan berpenampilan dalam bekerja. Selain itu juga ada tujuan mengapa guru harus dan wajib memahami berbagai strategi pembelajaran. Dengan menggunakan strategi pembelajaran guru akan lebih mudah untuk menentukan informasi serta mengelola tahap demi tahap pembelajaran yang akan dilakukan dengan efektif dan efesien. Pembelajaran ini akan berpusat pada siswa dimana guru-guru akan berperan sebagai fasilitator yang mengelola pembelajaran tersebut.

Karena kadang-kadang dalam proses pembelajaran guru kaku dengan mempergunakan satu atau dua metode, dan menerjemahkan metode itu secara sempit dan menerapkan metode pembelajaran di kelas dengan metode yang pernah ia baca. Dimana metode pembelajaran ini cara untuk menyampaikan, menyajikan, memberi latihan, dan memberi contoh pelajaran kepada siswa, dengan demikian metode dapat di kembangkan dari pengalaman, seseorang guru yang berpengalaman dia dapat menyuguhkan materi kepada siswa dan siswa mudah menyerapkan materi yang disampaikan oleh guru secara sempurna dengan mempergunakan metode yang dikembangkan dengan dasar pengalamannya, metodemetode dapat dipergunakan secara variatif, dalam arti kata kita tidak boleh monoton dalam suatu metode. Dalam proses belajar mengajar guru dihadapkan untuk memilih metode-metode dari sekian banyak metode yang telah ditemui oleh para ahli sebelum ia menyampaikan materi pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada lima, yaitu :

Strategi discovery learning

Strategi discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan pelajar dapat mengorganisasi sendiri.

 

Strategi Inkuiri Learning

Strategi Inkuiri Learning didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) yaitu Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi peserta didik untuk melakukan eksperimen sendiri. Maksud dalam arti luas yaitu ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol-simbol dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, dan membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.

 

Strategi Problem Based Learning (PBL)

Strategi Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik ini belajar berfikir lebih kritis dan memiliki keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan.

 

Strategi Project Based Learning

Strategi Project Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media pembelajaran. Dimana peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajarnya.

 

Strategi Saintifik Learning

Strategi Saintifik Learning merupakan proses oses pembelajaran yang direncanakan dan dirancang sedemikian rupa agar  peserta didik secara aktif menyusun konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi dan menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang telah ditemukan.

 

Adapun dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran, yaitu sebagai berikut :

Beberapa prinsip-prinsip yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih strategi pembelajaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut mesti berdasarkan pada penetapan.

 

Tujuan Pembelajaran

Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasaran tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu strategi yang harus digunakan guru. Misalnya, seorang guru Olahraga dan Kesehatan menetapkan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendemontrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu siswa-siswa mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru memberi instruksi, petunjuk, aba-aba dan dilaksanakan di lapangan, kemudian metode demonstrasi, siswa-siswa mendemonstrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar, selanjutnya dapat digunakan metode pembagian tugas, siswa-siswa kita tugasi, bagaimana menjadi keeper, kapten, gelandang, dan apa tugas mereka, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama dan menendang bola.

 

Aktivitas dan Pengetahuan Awal Siswa

Belajar merupakan berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan hanya terbatas pada aktifitas fisik saja akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis atau aktivitas mental. Pada awal atau sebelum guru masuk ke kelas memberi materi pengajaran kepada siswa, ada tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Sewaktu memberi materi pengajaran kelak guru tidak kecewa dengan hasil yang dicapai siswa, untuk mendapat pengetahuan awal siswa guru dapat melakukan pretes tertulis, tanya jawab di awal pelajaran. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran yang tepat pada siswa-siswa.

 

Integritas Bidang Studi/Pokok Bahasan

Mengajar merupakan usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian secara terintegritas.

 

Alokasi Waktu dan Sarana Penunjang

Waktu yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran 45 menit, maka metode yang dipergunakan telah dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran itu dapat dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang, seperti transparan, chart, video pembelajaran, film, dan sebagainya.

 

Jumlah Siswa

Idealnya metode yang kita terapkan di dalam kelas perlu mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir, rasio guru dan siswa agar proses belajar mengajar efektif, ukuran kelas menentukan keberhasilan terutama pengelolaan kelas dan penyampaian materi.

 

Pengalaman dan Kewibawaan Pengajar

Guru yang baik adalah guru yang berpengalaman, pribahasa mengatakan ”Pengalaman adalah guru yang baik”, hal ini diakui di lembaga pendidikan, kriteria guru berpengalaman, dia telah mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka sekarang bagi calon kepala sekolah boleh mengajukan permohonan menjadi kepala sekolah bila telah mengajar minimal 5 tahun. Dengan demikian guru harus memahami seluk-beluk persekolahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...