Untuk
menghasilkan pendidikan yang baik, tentunya harus memiliki strategi dalam
proses belajar mengajar (pembelajaran). Oleh karena itu penetapan strategi yang
relevan atau cocok dan sesuai merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang
tepat akan membina peserta didik untuk berfiir mandiri, kreatif dan sekaligus
dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi yang terjadi dan yang akan mungkin
terjadi. Karena penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat fatal. Sebab
akan terjadi kerugian dan berlawanan dengan apa yang ingin dicapai, misalnya
seorang dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan tetapi mengajar
dengan cara-cara otoriter dan kaku. Maka dalam hal ini yang akan mengakibatkan
kefatalan terhadap mahasiwa tersebut dan menyebabkan tidak mendapatkan hasil. Strategi
pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru
dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Strategi merupakan suatu seni merancang operasi didalam peperangan seperti
cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam angkatan
darat atau angkatan laut. Secara umum, strategi merupakan suatu teknik yang
digunakan untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989) Strategi pembelajaran dibagi
menjadi dua yaitu induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya
konseptual dan strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan
dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata. Metode pembejaran yang dapat
dipilih dari konsep strategi pembelajaran ini terdiri dari metode ceramah,
diskusi kelompok, demonstrasi , simulasi, pengalaman lapangan, mind Mapping,
drama dan lain-lain. Tentu saja dalam pelaksanaan strategi pembelajaran
terdapat tujuan serta fungsi dari strategi pembelajaran tersebut, anatara lain
: memberikan isi pembelajaran kepada pembelajar atau peserta didik, dan
menyajikan informasi atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam belajar untuk
menunjukan cara, berperilaku dan berpenampilan dalam bekerja. Selain itu juga
ada tujuan mengapa guru harus dan wajib memahami berbagai strategi
pembelajaran. Dengan menggunakan strategi pembelajaran guru akan lebih mudah
untuk menentukan informasi serta mengelola tahap demi tahap pembelajaran yang
akan dilakukan dengan efektif dan efesien. Pembelajaran ini akan berpusat pada
siswa dimana guru-guru akan berperan sebagai fasilitator yang mengelola
pembelajaran tersebut.
Karena
kadang-kadang dalam proses pembelajaran guru kaku dengan mempergunakan satu
atau dua metode, dan menerjemahkan metode itu secara sempit dan menerapkan
metode pembelajaran di kelas dengan metode yang pernah ia baca. Dimana metode
pembelajaran ini cara untuk menyampaikan, menyajikan, memberi latihan, dan
memberi contoh pelajaran kepada siswa, dengan demikian metode dapat di
kembangkan dari pengalaman, seseorang guru yang berpengalaman dia dapat menyuguhkan
materi kepada siswa dan siswa mudah menyerapkan materi yang disampaikan oleh
guru secara sempurna dengan mempergunakan metode yang dikembangkan dengan dasar
pengalamannya, metodemetode dapat dipergunakan secara variatif, dalam arti kata
kita tidak boleh monoton dalam suatu metode. Dalam proses belajar mengajar guru
dihadapkan untuk memilih metode-metode dari sekian banyak metode yang telah
ditemui oleh para ahli sebelum ia menyampaikan materi pengajaran untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
Dalam kurikulum 2013
strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada lima, yaitu :
Strategi discovery
learning
Strategi
discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses
pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam
bentuk finalnya, tetapi diharapkan pelajar dapat mengorganisasi sendiri.
Strategi Inkuiri Learning
Strategi
Inkuiri Learning didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) yaitu
Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi peserta didik untuk melakukan
eksperimen sendiri. Maksud dalam arti luas yaitu ingin melihat apa yang
terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol-simbol dan mencari
jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan
penemuan yang lain, dan membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan
orang lain.
Strategi Problem Based
Learning (PBL)
Strategi
Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pengajaran yang bercirikan adanya
permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik ini belajar
berfikir lebih kritis dan memiliki keterampilan memecahkan masalah, dan
memperoleh pengetahuan.
Strategi Project Based Learning
Strategi
Project Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek atau
kegiatan sebagai media pembelajaran. Dimana peserta didik melakukan eksplorasi,
penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai
bentuk hasil belajarnya.
Strategi Saintifik
Learning
Strategi
Saintifik Learning merupakan proses oses pembelajaran yang direncanakan dan
dirancang sedemikian rupa agar peserta
didik secara aktif menyusun konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan
mengamati (untuk mengidentifikasi dan menemukan masalah), merumuskan masalah,
mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik,
menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau
prinsip yang telah ditemukan.
Adapun dasar Pemilihan
Strategi Pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
Beberapa
prinsip-prinsip yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih strategi
pembelajaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut mesti berdasarkan
pada penetapan.
Tujuan Pembelajaran
Penetapan
tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang
akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran
merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan
yang harus dimiliki siswa. Sasaran tersebut dapat terwujud dengan menggunakan
metode-metode pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu strategi
yang harus digunakan guru. Misalnya, seorang guru Olahraga dan Kesehatan
menetapkan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendemontrasikan cara menendang
bola dengan baik dan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu
siswa-siswa mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru memberi instruksi,
petunjuk, aba-aba dan dilaksanakan di lapangan, kemudian metode demonstrasi,
siswa-siswa mendemonstrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar,
selanjutnya dapat digunakan metode pembagian tugas, siswa-siswa kita tugasi,
bagaimana menjadi keeper, kapten, gelandang, dan apa tugas mereka, dan
bagaimana mereka dapat bekerjasama dan menendang bola.
Aktivitas dan
Pengetahuan Awal Siswa
Belajar
merupakan berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang
diharapkan. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas
siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan hanya terbatas pada aktifitas fisik saja
akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis atau aktivitas mental.
Pada awal atau sebelum guru masuk ke kelas memberi materi pengajaran kepada
siswa, ada tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa. Sewaktu memberi materi pengajaran kelak guru tidak
kecewa dengan hasil yang dicapai siswa, untuk mendapat pengetahuan awal siswa
guru dapat melakukan pretes tertulis, tanya jawab di awal pelajaran. Dengan
mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode
pembelajaran yang tepat pada siswa-siswa.
Integritas Bidang
Studi/Pokok Bahasan
Mengajar
merupakan usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya
mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga meliputi pengembangan aspek
afektif dan aspek psikomotor. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat
mengembangkan seluruh aspek kepribadian secara terintegritas.
Alokasi Waktu dan
Sarana Penunjang
Waktu
yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran 45 menit,
maka metode yang dipergunakan telah dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya
perangkat penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran itu dapat dipergunakan
oleh guru secara berulang-ulang, seperti transparan, chart, video pembelajaran,
film, dan sebagainya.
Jumlah Siswa
Idealnya
metode yang kita terapkan di dalam kelas perlu mempertimbangkan jumlah siswa
yang hadir, rasio guru dan siswa agar proses belajar mengajar efektif, ukuran
kelas menentukan keberhasilan terutama pengelolaan kelas dan penyampaian
materi.
Pengalaman dan
Kewibawaan Pengajar
Guru
yang baik adalah guru yang berpengalaman, pribahasa mengatakan ”Pengalaman
adalah guru yang baik”, hal ini diakui di lembaga pendidikan, kriteria guru
berpengalaman, dia telah mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka sekarang
bagi calon kepala sekolah boleh mengajukan permohonan menjadi kepala sekolah
bila telah mengajar minimal 5 tahun. Dengan demikian guru harus memahami
seluk-beluk persekolahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar