Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....
Saya akan mendeskripsikan Abang saya hihihi.....
Dia seseorang yang teramat aku sayangi setelah Ibu ku,
memiliki postur tubuh yang tinggi, kulit yang tidak terlalu kehitaman dan tidak
juga putih, alis mata yang tebal, dengan rambut pendek nya yang jarang rapi
disaat dia bekerja, namun selalu berpenampilan rapi jika hendak bepergian. Dia adalah
abang ku, aku menyayanginya melebihi kasih sayang ku kepada bapak ku sendiri. Namanya
Feriansyah kelahiran di Mempawah, 26 Maret 1996 di jam satu siang. Dia memiliki
hobi main gitar dan menyanyi, dari semasa SMA abang ku memang sudah pandai
bermain gitar dan menyanyi, hingga dia membuat Grup Band dan pernah beberapa
kali merilis lagu ciptaannya beserta teman-teman Band nya. Dia merupakan anak
yang aktif tapi juga nakal, semasa SD dia suka sekali mengganggu teman satu
kampung nya maupun teman satu kelas nya. Tidak melihat itu laki-laki ataupun
perempuan, abang ku akan tetap mengganggu nya. Karna abang ku orang nya nakal,
dia sering sekali dimarahi oleh guru nya bahkan juga orang tua ku, dimasa kecil
nya dia tida pernah jera jika telah dimarahi, bahkan dia sering sekali
mengulangi kesalahan itu seakan-akan di sengaja. Tidak tahu dia sengaja atau
memang tidak takut dimarahi. Saat SD abang ku bersekolah di SD Negeri 21 Parit
Keladi II, Kecamatan Sungai Kakap. Dari kecil abang ku sudah hidup susah bahkan
sudah terbiasa untuk hidup susah hingga saat ini. Saat abang ku berusia 6 tahun
dia sudah mulai membantu bapak ku di kebun, abang ku membantu menanam sayur
hingga sayur itu pun di panen. Hingga pada saat kenaikan kelas, abang ku tidak
naik ke kelas enam dan tinggal di kelas lima. Pada saat itu pun dia diminta
untuk belajar dengan serius dan tahun depan harus naik kelas. Ketika abang ku kelas
enam, aku pun masuk sekolah yaitu kelas 1 SD dan di sekolah yang sama dengan
abang ku.
Lulus dari Sekolah Dasar abang ku lanjut ke MTs Al-Raudhatul
Islamiyah Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap. MTs nya lumayan jauh dari rumah, abang
ku pergi kesekolah menggunakan sepeda nya, sepeda kesayangannya yang berwarna
kuning. Dia menggunakan sepeda tersebut dari kelas tujuh dan pada saat kelas
sembilan, abang ku telah menggunakan sepeda motor. Awal nya dia kesekolah
menggunakan sepeda motor dengan sendirian, hingga tidak lama kemudian dia pergi
sekolah berdua dengan teman nya yang satu kampung. Ketika kelas delapan, abang
ku sakit tifus, dia tidak nafsu makan hingga badannya tampak kurus. Sudah sebulan
dia sakit tifus akhirnya sembuh juga dengan rajin mengkonsumsi obat
cacing. Saat pulang sekolah abang ku dan
aku membantu bapak ku di kebun untuk menanam sayur, kadang menyiram sayur, dan
memanen sayur nya. Kadang menanam timun, kacang panjang, kacang buncis,
kangkung, daun bawang, dan masih banyak lagi lainnya.
Saat lulus dari MTs Al-Raudhatul Islamiyah abang ku lanjut ke SMA Pancasila, SMA tersebut merupakan SMA swasta. Abang ku bersekolah menggunakan sepeda motor bapak ku. Dia sekolah masuk siang yaitu jam satu siang. Karena sekolah nya tersebut menumpang di SMP Pancasila. Saat aku pulang sekolah, abang ku pun baru masuk sekolah. Pada masa SMA inilah abang ku mulai membuat Grup Band dengan teman kelas nya yang pandai bermain Band juga. Tidak hanya merilis lagu ciptaan nya beserta teman nya, tapi dia sempat merilis lagu ciptaanya sendiri dan membawakannya sendiri. Karena abang ku hobi bermain gitar, dia memiliki gitar listrik seperti yang biasa di main kan di tempat bermain Band. Abang ku juga mempunyai sahabat yamg diamana juga teman satu Grup band dan satu kelas dengan nya yang bernama Hamdi. Teman nya ini sering sekali bermain kerumah ku pada saat malam hari, dia dengan abang ku akan bermain gitar sambil membawakan lagu yang mereka suka.
Abang ku pernah mengalami kecelakaan pertama nya di saat SMA, dia menambrak teman nya sendiri saat mau menyebrang menuju kesekolahannya. Abang ku juga mengalami kecelakaan hebat saat dia di perjalanan menuju kesekolahannya. Dia menggunakan sepeda motor yang telah dibelikan oleh bapak kami, dia kecelakaan hampir menabrak orang karena dia menggunakan sepeda motor dengan sangat laju. Akhirnya dia pun menekan rem sepeda motor nya dengan sangat kuat untuk menghindari bapak tersebut yang sedang menggunakan sepeda motor agar tidak terjadi tabrakan yang hebat juga. Alhasil dialah yang mengalami kecelakaan sendiri. Dia mengerem sepeda motor sangat kuat itu mengakibatkan dia jatuh dengan terlempar dan terhempas jauh yang mengakibat kan helm yang di gunakannya pun lepas. Akibat dari itu wajah nya pun terparut di jalan aspal, tetapi hanya sebelah kiri saja. Abang ku pun di bawa kerumah sakit oleh sahabat nya itu. Dia dibawa kerumah sakit Kakap menggunakan ambulan, karena peralatan dirumah sakit kakap itu tidak lengkap, jadi abang ku di larikan ke Rumah Sakit Soedarso karena itu juga merupakan rumah sakit besar. Aku beserta orang tua ku terkejut saat mendengar kabar melalui handpone yang di hubungi oleh sahabat teman abang ku.
Setelah lulus dari SMA Pancasila, abang ku melanjutkan ke Perguruan Tinggi yaitu di Universitas Panca Bakti yang sering disebut dengan UPB. Abang ku kuliah disana bersama sahabat nya juga, yang merupakan sahabat nya dari SD hingga Kuliah satu tempat Pendidikan. Abang ku kuliah di jurusan Pertanian yang dimana sahabat nya itupun juga sama jurusannya. Di saat kuliah dia juga sambil kerja yaitu kerja di kebun dengan cara bertani. Kadang saat sebelum berangkat kuliah dia kekebun sebentar untuk menyiram tanamannya dan jika sudah pulang dia pun kekebun juga. Seiring berjalannya waktu akhirnya tiba saat dia melaksanakan sidang skripsi. Yang alhamdulillah dia dan sahabat nya lulus dalam sidang skripsi. Pada hari Kamis, 10 Oktober 2019 abang ku pun Wisuda. Betapa bangga nya aku akhir nya abang ku pun wisuda dan aku juga menginginkan seperti itu.
Sebulan kemudian abang ku pun menikah dengan seseorang yang
telah dipilih nya untuk menjadi pasangan hidup nya. Wanita tersebut bernama
Imelda, dia lulusan dari Politeknik Negri Pontianak. Dia Wisuda dua bulan
sebelum pernikahannya. Aku pun ikut andil dalam mempersiapkan pernikahan abang
ku. Tepat di hari Senin, 11 November 2019 pernikahan pun di langsungkan,
setelah ijab qobul di ucapkan dan akhir nya sah, aku pun merasa senang dan
sedih juga. Aku menangis haru akhirnya abang ku menemukan pendamping hidupnya,
aku juga sedih karna aku kehilangan abang ku yang teramat ku sayangi.
Sekian cerita biografi ini, mohon maaf apabila ada kata yang
salah…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….



Tidak ada komentar:
Posting Komentar