Perbedaan gerakan pembaharuan 3 tokoh :
1. Muhammad Ali
Usaha-usaha pembaruan yang dilakukan Muhammad Ali mulai dari pembenahan militer lengkap dengan teknik persenjataan modern, industrialisasi perekonomian, modernisasi sistem pendidikan, penerjemahan buku-buku Eropa sampai kepada masalah kesehatan dan kebersihan. Dalam bidang ekonomi demi kemajuannya Muhammad Ali membawa perbaikan dalam bidang pengangkutan. Dari upaya-upaya dilakukan ini, Muhammad Ali bermaksud untuk melakukan gebrakan-gebrakan besar dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat Mesir. Sekalipun demikian tidak semua usahanya itu berhasil baik, karena sebagian terlalu dini bagi rakyat Mesir dan mereka masih terpaksa dengan kebiasaan-kebiasaan lama seperti senang hidup sederhana dan bersantai.
2. Al-Tahtawi
Gerakan pembaruan yang jelas terlihat di Mesir bermula setelah terusirnya pasukan Prancis di tahun 1801. Pengaruhnya yang paling besar adalah masuknya peradaban Barat ke negara-negara Arab, khususnya Mesir. Aspek-aspek yang menyebabkan timbulnya gerakan pembaruan di abad XIX adalah berdirinya sekolah-sekolah modern dan nilai-nilai baru dan lembaga-lembaga seperti yang terdapat di Barat, seperti percetakan, pers, semangat kebebasan pribadi, lembaga-lembaga sastra dan ilmiah, perpustakaan umum, museum, dan seni sandiwara. Posisi Al-Tahtawi dalam gerakan ini jelas sangat kuat. Ia adalah seorang pemikir dan sastrawan, sehingga ia dijuluki bapak pembaruan di Mesir karena jasanya yang besar dalam memasukkan ide-ide dan kebudayaan Barat ke Mesir. Al-Tahtawi merupakan seorang penerjemah dan menjadi bapak pembaharuan dengan menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat tanpa menyatakan pendapatnya sendiri. Seperti yang dilakukannya dalam cabang ilmu geografi atau mengenai konsep demokrasi. Jadi, konsep demokrasi yang dibawanya belum bisa berpengaruh karena di Prancis sendiri di kala itu belum juga mantap. Al-Tahtawi hanya membahas masalah-masalah tersebut, bukan harus untuk diterapkan langsung. Di kemudian hari barulah konsep-konsep ini berkembang dan diterapkan. Dengan meniru langkah yang dilakukan al-Tahtawi, akhirnya para pembaru mulai meninggalkan tradisi taklid dan menghasilkan karya-karya bebas. Al-Tahtawi telah berhasil memengaruhi kaum terpelajar di Mesir, khususnya para ulama al-Azhar.
3. Jamaludin Al-Afghani
Ide pembaruan terpenting dari al-Afghani adalah pembaruan di bidang politik yang didasari oleh pemikiran-pemikiran keagamaan. Meskipun idenya semacam Pan-Islamisme tidak berhasil baik, namun, pengaruhnya sangat besar di kemudian hari dengan lahirnya usaha-usaha pembebasan diri dari kolonialisme. Bahkan pengaruh itu menjalar sampai ke Indonesia yang tecermin dari perjuangan Syarikat Islam. Ide-ide pembaruan yang dicetuskan oleh al-Afghani yang diikuti dengan aktivitas politik tanpa henti merupakan wujud dari kerinduannya yang dalam akan kejayaan dan keagungan Islam seperti yang pernah dialami di masa klasik. Ia juga meninggalkan sejumlah warisan hidup yang tak ternilai harganya, antara lain Syekh Muhammad Abduh, murid terkasihnya. Aktivitas politik dan pembaharuan ide-ide yang dilakukan al-afghani memiliki tujuan yaitu untuk kepentingan dan juga kemajuan umat Islam yang ada. Di mana umat Islam sedang memperbaiki keadaannya yang di mana itu merupakan bagian dari ajaran Agama Islam. Karena tidak ada juga fakta yang menunjukkan bahwa kegiatan politik yang dilakukan oleh al-afghani itu untuk mencapai kedudukan serta kekuasaan yang tinggi. Karena ide-ide pembaharuan yang dilakukan oleh al-afghani tidak terlepas dari ajaran Agama Islam.
Persamaan gerakan pembaharuan 3 tokoh :
Dari semua gerakan pembaharuan yang ada dan telah dilakukan oleh 3 tokoh tersebut dapat kita lihat persamaan pembaharuannya dari segi ekonomi dan keagamaan, dan yang paling utama yaitu untuk kemajuan negara tersebut. Karena apa yang dilakukan oleh 3 tokoh tersebut tidak terlepas dari tujuan untuk kemajuan serta perkembangan negara pada saat itu. Juga untuk kemajuan umat Islam, maka dari itu dalam bidang keagamaan juga diperhatikan sekali. Agar umat Islam pada masa itu menjadi sejahtera maka bidang ekonomi juga menjadi bidang yang selalu diperhatikan, tanpa ekonomi yang baik umat Islam akan sulit untuk hidup dengan sejahtera, dan jika rakyat tidak sejahtera maka negara juga tidak dapat dikatakan negara yang maju dan berkembang. Karena suatu negara dapat dikatakan baik maupun maju serta berkembang itu dapat dilihat dari bagaimana keadaan rakyat nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar