Aliran Wahabiyah menjadi mazhab resmi di kerajaan Saudi Arabia sampai saat ini. Sedangkan di luar Jazirah Arab ajaran-ajaran Wahabiyah disebarkan dan dikembang- kan oleh kaum muslimin yang pulang ke negerinya masing-masing setelah bermukim dan menunaikan ibadah haji di Mekah. Demikian juga gerakan Muhammad Ahmad al-Mahdi di Sudan, dan gerakan mujahid muslim Usman Danfudyu di pedalaman Afrika. Mereka mengenal ide-ide pembaruan gerakan Wahabiyah di saat menunaikan ibadah haji di tanah suci . Adapun di Indonesia gerakan Wahabiyah pertama sekali terdapat di Minangkabau, Sumatra Barat, yaitu dengan pulangnya tiga orang haji dari Saudi Arabia di awal abad ke-19 . Mereka adalah Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang . Mereka bermukim di Saudi Arabia di saat berkembangnya gerakan wahabiyah, dan mempelajarinya dengan saksama. Mereka berkesimpulan, sebab keberhasilan gerakan Wahabiyah adalah karena adanya pemaduan kekuatan lisan dan senjata dalam menjalankan dakwah.
Setelah kembali ke Sumatra Barat, mereka memulai menjalankan dakwah dengan memberikan pengajian halakah dan pelajaran-pelajaran agama Islam di Surausurau dan di Masjid-masjid. Mereka mengajak umat Islam untuk menjalankan agama Islam sebagaimana yang dilakukan oleh para salaf yang saleh . Mereka mencegah dari yang mungkar dan dari adat dan tradisi masyarakat yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti minum arak , berjudi dan mengadu ayam , dan melarang wanita keluar rumah dengan kepala terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar