Kamis, 07 April 2022

MANAJEMEN SEKOLAH

Manajemen sekolah adalah suatu bentuk usaha pemberdayaan sekolah serta lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui pengoptimalan dan fungsi sekolah sesuai dengan visi misi yang di tetapkan sebagai tujuan dari sekolah itu sendiri. Manajemen sekolah juga bisa disebut dengan manajemen pendidikan, karena kedua sama saja. Sekolah termasuk kedalam pendidikan, jadi didalam manajemen sekolah sudah pasti ada yang namanya manajemen pendidikan. Didalam manajemen pendidikan ini juga melibatkan serta memanfaatkan sumber daya yang ada, terutama sumber daya manusia nya.

Dalam manajemen sekolah terdapat beberapa bidang, yaitu sebagai berikut :

1.   Manajemen kurikulum

Manajemen kurikulum merupakan salah satu aspek penting dan utama yang ada disekolah. Prinsip dasarnya yaitu mengupayakan agar kegiatan belajar mengajar ini dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya. Manajemen kurikulum terdiri dari 4 tahapan, yaitu : merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, dan mengendalikan.

2.   Manajemen kesiswaan

Manajemen kesiswaan berfungsi sebagai pengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan siswa, dimana siswa ini menjadi bagian dari organisasi sekolah. Maksudnya yaitu seluruh siswa dan siapa pun yang menjadi siswa disekolah termasuk kedalam organisasi sekolah, bukan 'siswa (orangnya)' yang mengikuti organisasi yang ada disekolah. Disekolah, siswa hendaknya diperlakukan sebagaimana mestinya, guru harus mengamati kondisi masing-masing siswanya dan menyatakan bahwa terdapat perbedaan didalam diri masing-masing siswa tersebut. Guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa agar selalu bersemangat dan mau untuk belajar, dan guru harus dan setidaknya bisa membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.

3.   Manajemen personalia

Manajemen personalia merupakan manajemen yang berbicara tentang bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan cara memanfaatkan sumber daya manusia terbaik yang ada disekolah, dan bagaimana agar bisa menciptakan budaya kerja serta mengajar yang sehat dan baik agar semua pihak yang terlibat seperti guru, siswa, dan yang lainnya itu bisa mendapatkan hasil yang maksimal, juga dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan sekolah tersebut.

4.   Manajemen keuangan

Manajemen keuangan ini tentu sangat berkaitan dengan sekolah, karena tidak dapat sekolah itu berdiri tanpa adanya dana. Manajemen keuangan ini berisi tentang perputaran dana yang masuk dan dana yang keluar dari sekolah, dan bagaimana caranya agar bisa menciptakan peraturan yang mampu materil agar sekolah tetap bisa beroperasi.

5.   Manajemen infrastruktur

Manajemen infrastruktur ini merupakan yang mengatur segala infrastruktur yang ada disekolah, mendata dan merawat seluruh sarana dan prasarana uang ada disekolah secara periode, dan tata cara merawat nya dengan benar serta mampu harus memperbarui data-datanya.

Dalam manajemen sekolah, setiap lembaga pastinya mempunyai harapan agar mutu pendidikan yang dikelola disekolah dapat berhasil dan bermutu. Namun, kenyataan nya dilapangan, kualitas pendidikan yang ditangani lembaga pendidikan masih banyak mengalami kendala dalam pencapaian mutu pendidikan tersebut. Menurut Husnaini Usman, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan, antara lain : 1. Kebijakan atau aturan dalam penyelenggaraan pendidikan masih banyak menggunakan dan menerapkan pendekatan fungsi produksi pendidikan dan analisis yang tidak konsisten. 2. Penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan cara sentralistik atau pengaturan kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. 3. Dan peran masyarakat terutama orang tua siswa masih sangat rendah dalam berpartisipasi di penyelenggaraan pendidikan.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi dan faktor penyebab nya, maka kebijakan strategis yang diambil Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan melakukan perubahan, yaitu: 1) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, di mana sekolah ini diberikan kewenangan untuk melakukan perencanaan sendiri terkait upaya dan usaha peningkatan mutu secara menyeluruh dan merata. 2) Pendidikan yang berbasis partisipasi komunitas, dimana terjadilah interaksi yang positif antara sekolah dengan masyarakat, karena sekolah ini sebagai pusat pembelajaran komunitas. 3) Menggunakan pandangan belajar yang akan menjadikan para siswa dan siswi menjadi manusia yang berdaya (mampu dan sanggup).

Di dalam pencapaian mutu pendidikan tentu saja ada masalah yang akan datang, karena tidak semudah apa yang diharapkan. Ada beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen mutu pendidikan menurut M. Jusuf Hanafiah dkk, (2001:4) menyebutkan nya yaitu problematika atau permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan adalah:

1) Sikap mental para pengelola pendidikan, baik itu yang memimpin maupun yang dipimpin. Orang yang dipimpin melakukan aktifitas karena perintah dari atasan, bukan karena rasa tanggung yang di emban jawab dan kreativitasnya. Orang yang memimpin juga sebaliknya, tidak pernah memberikan kepercayaan kepada yang dipimpin atau bawahnya, tidak memberikan kebebasan berinisiatif dan juga tidak melimpahkan wewenang kepada yang dipimpin.

2) Evaluasi pada program kegiatan tidak yang sudah dilaksanakan ditindak-lanjuti dengan baik. Akibatnya, pelaksanaan pendidikan tidak mengarah dan menuju pada peningkatan mutu pendidikan di suatu sekolah

3) Gaya kepemimpinan yang kurang tepat. Kebanyakan pemimpin tidak menunjukkan pengakuannya dan tidak memberikan penghargaan atas keberhasilan kerja dari bawahannya.

4) Kurang adanya rasa memiliki bagi para pelaksana dalam pengelolaan pendidikan. Pelaksana kurang memahami program atau rencana strategis yang di susun dan terhambatnya komunikasi serta interaksi antar personal. Hal ini pun merupakan salah satu kendala dalam peningkatan dan pengendalian mutu pendidikan disekolah, yang mengakibatkan mutu sekolah tidak meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...