Manajemen sekolah adalah suatu bentuk usaha
pemberdayaan sekolah serta lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri
dan efektif melalui pengoptimalan dan fungsi sekolah sesuai dengan visi misi
yang di tetapkan sebagai tujuan dari sekolah itu sendiri. Manajemen sekolah
juga bisa disebut dengan manajemen pendidikan, karena kedua sama saja. Sekolah
termasuk kedalam pendidikan, jadi didalam manajemen sekolah sudah pasti ada
yang namanya manajemen pendidikan. Didalam manajemen pendidikan ini juga melibatkan
serta memanfaatkan sumber daya yang ada, terutama sumber daya manusia nya.
Dalam
manajemen sekolah terdapat beberapa bidang, yaitu sebagai berikut :
1. Manajemen kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan salah satu aspek
penting dan utama yang ada disekolah. Prinsip dasarnya yaitu mengupayakan agar
kegiatan belajar mengajar ini dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan
prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya. Manajemen kurikulum terdiri
dari 4 tahapan, yaitu : merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi,
melaksanakan, dan mengendalikan.
2. Manajemen kesiswaan
Manajemen kesiswaan berfungsi sebagai pengatur
segala sesuatu yang berkaitan dengan siswa, dimana siswa ini menjadi bagian
dari organisasi sekolah. Maksudnya yaitu seluruh siswa dan siapa pun yang
menjadi siswa disekolah termasuk kedalam organisasi sekolah, bukan 'siswa
(orangnya)' yang mengikuti organisasi yang ada disekolah. Disekolah, siswa
hendaknya diperlakukan sebagaimana mestinya, guru harus mengamati kondisi
masing-masing siswanya dan menyatakan bahwa terdapat perbedaan didalam diri
masing-masing siswa tersebut. Guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa
agar selalu bersemangat dan mau untuk belajar, dan guru harus dan setidaknya
bisa membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.
3. Manajemen personalia
Manajemen personalia merupakan manajemen yang
berbicara tentang bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan
cara memanfaatkan sumber daya manusia terbaik yang ada disekolah, dan bagaimana
agar bisa menciptakan budaya kerja serta mengajar yang sehat dan baik agar
semua pihak yang terlibat seperti guru, siswa, dan yang lainnya itu bisa
mendapatkan hasil yang maksimal, juga dapat memberikan yang terbaik untuk
kemajuan sekolah tersebut.
4. Manajemen keuangan
Manajemen keuangan ini tentu sangat berkaitan dengan
sekolah, karena tidak dapat sekolah itu berdiri tanpa adanya dana. Manajemen
keuangan ini berisi tentang perputaran dana yang masuk dan dana yang keluar
dari sekolah, dan bagaimana caranya agar bisa menciptakan peraturan yang mampu
materil agar sekolah tetap bisa beroperasi.
5. Manajemen infrastruktur
Manajemen infrastruktur ini merupakan yang mengatur
segala infrastruktur yang ada disekolah, mendata dan merawat seluruh sarana dan
prasarana uang ada disekolah secara periode, dan tata cara merawat nya dengan
benar serta mampu harus memperbarui data-datanya.
Dalam manajemen sekolah, setiap lembaga pastinya
mempunyai harapan agar mutu pendidikan yang dikelola disekolah dapat berhasil
dan bermutu. Namun, kenyataan nya dilapangan, kualitas pendidikan yang
ditangani lembaga pendidikan masih banyak mengalami kendala dalam pencapaian
mutu pendidikan tersebut. Menurut Husnaini Usman, ada beberapa faktor yang
mempengaruhi dan menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan, antara lain : 1.
Kebijakan atau aturan dalam penyelenggaraan pendidikan masih banyak menggunakan
dan menerapkan pendekatan fungsi produksi pendidikan dan analisis yang tidak
konsisten. 2. Penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan cara sentralistik
atau pengaturan kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk
mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari
rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. 3. Dan peran
masyarakat terutama orang tua siswa masih sangat rendah dalam berpartisipasi di
penyelenggaraan pendidikan.
Berdasarkan faktor yang mempengaruhi dan faktor
penyebab nya, maka kebijakan strategis yang diambil Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan
melakukan perubahan, yaitu: 1) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, di
mana sekolah ini diberikan kewenangan untuk melakukan perencanaan sendiri
terkait upaya dan usaha peningkatan mutu secara menyeluruh dan merata. 2) Pendidikan
yang berbasis partisipasi komunitas, dimana terjadilah interaksi yang positif
antara sekolah dengan masyarakat, karena sekolah ini sebagai pusat pembelajaran
komunitas. 3) Menggunakan pandangan belajar yang akan menjadikan para siswa dan
siswi menjadi manusia yang berdaya (mampu dan sanggup).
Di dalam pencapaian mutu pendidikan tentu saja ada
masalah yang akan datang, karena tidak semudah apa yang diharapkan. Ada
beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen mutu pendidikan menurut M.
Jusuf Hanafiah dkk, (2001:4) menyebutkan nya yaitu problematika atau
permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu
pendidikan adalah:
1)
Sikap mental para pengelola pendidikan, baik itu yang memimpin maupun yang dipimpin.
Orang yang dipimpin melakukan aktifitas karena perintah dari atasan, bukan karena
rasa tanggung yang di emban jawab dan kreativitasnya. Orang yang memimpin juga
sebaliknya, tidak pernah memberikan kepercayaan kepada yang dipimpin atau
bawahnya, tidak memberikan kebebasan berinisiatif dan juga tidak melimpahkan wewenang
kepada yang dipimpin.
2)
Evaluasi pada program kegiatan tidak yang sudah dilaksanakan ditindak-lanjuti
dengan baik. Akibatnya, pelaksanaan pendidikan tidak mengarah dan menuju pada
peningkatan mutu pendidikan di suatu sekolah
3)
Gaya kepemimpinan yang kurang tepat. Kebanyakan pemimpin tidak menunjukkan pengakuannya
dan tidak memberikan penghargaan atas keberhasilan kerja dari bawahannya.
4) Kurang adanya rasa memiliki bagi para pelaksana dalam pengelolaan pendidikan. Pelaksana kurang memahami program atau rencana strategis yang di susun dan terhambatnya komunikasi serta interaksi antar personal. Hal ini pun merupakan salah satu kendala dalam peningkatan dan pengendalian mutu pendidikan disekolah, yang mengakibatkan mutu sekolah tidak meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar