Seperti yang telah kita ketahui bahwa pergantian Bani Umayyah oleh Bani Abbas yang merupakan puncak kepemimpinan masyarakat Islam. Mereka Bani Abbasiyah mengklaim dirinya ketika berhasil merebut sebagai pengusung konsep sejati kekhalifahan, yaitu gagasan negara teokrasi yang menggantikan pemerintahan sekuler Bani Umayyah. Dinasti Abbasiyah sama halnya dengan Dinasti lain dalam sejarah Islam, mencapai masa kejayaan politik dan intelektual, kekhalifahan Baghdad yang didirikan oleh al-Saffah dan al-Manshur telah mencapai masa keemasan pada khalifah ketiga, Yaitu al-Mahdi, dan khalifah kesembilan al-Watsiq dan lebih khusus lagi pada masa Harun al-Rasyid dan putranya al-Makmun. Kegiatan pendidikan dan pengajaran pada masa Abbasiyah mencapai kemajuan yang gemilang. Sebagian khalifah Abbasiyah merupakan orang-orang berpendidikan. Lembaga pendidikan Islam pertama untuk pengajaran yang lebih tinggi tingkatannya adalah Bait Al-Hikmah (rumah kebijakan) di Baghdad, ibu kota negara. Selain berfungsi sebagai biro penerjemah, lembaga ini juga dikenal sebagai pusat kajian akademis dan perpustakaan umum, serta memiliki sebuah observatorium.
Harun Ibn Muhammad Ibn Abi Ja’far al-Manshur adalah Khalifah kelima dalam dinasti Abbasiyah. Harun al-Rasyid adalah seorang khalifah yang paling dihormati, alim dan sangat dimuliakan sepanjang usia menjadi khalifah. Harun al-Rasyid (763-809) adalah salah seorang pemimpin terbesar dalam sejarah. Harun Al-Rasyid berhasil membangun Baghdad menjadi kota paling hebat di dunia saat itu. Harun al-Rasyid sangat mencintai serta memperhatikan kehidupan rakyatnya. Perhatian Harun al-Rasyid terhadap perkembangan ilmu pengetahuan juga sangat besar. Terbukti dengan maraknya proyek-proyek penerjemahan buku-buku dari berbagai bahasa ke dalam bahasa Arab.
Peran Khalifah Harun al-Rasyid dalam Pendidikan Islam yaitu:
1. Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah yang dikembangkan Harun al-Rasyid menjadi tempat penerjemahan buku-buku asing ke dalam Bahasa Arab, menjadikan Baghdad kota yang disinari cahaya keilmuan dan ladang ilmu, bahkan mampu mengalahkan Eropa yang pada saat itu masih diselimuti kegelapan.
2. Memanfaatkan kekayaan negara yang melimpah untuk keperluan pendidikan, sosial, rumah sakit, serta pendirian farmasi, sehingga pada masa Harun al-Rasyid terdapat 800 orang dokter yang pada masa itu merupakan pencapaian yang luar biasa.
3. Hubungan kerjasama yang baik dengan negara-negara maju seperti India, Bizantium dan sebagainya.
4. Mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kala itu dan sesuai dengan kondisi sosialnya.
5. Menjamin kesejahteraan para guru dengan gaji yang pantas.
6. Menyesuaikan kurikulum pada tiap jenjang pendidikan.
KONTRIBUSI KHALIFAH ABDURRAHMAN AL-NASHIR DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ISLAM DI ANDALUSIA
Pendidikan Islam yaitu bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah, mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh, dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. karakteristik pendidikan Islam antara lain pendidikan robbaniyah, pendidikan keimanan, pendidikan yang menyeluruh dan sempurna, pendidikan pertengahan dan seimbang, pendidikan yang berlanjut dan pembaharuan, pendidikan yang Stabil dan fleksibel, pendidikan yang ideal dan realistis, pendidikan individu dan masyarakat, dan pendidikan Manusiawi dan Global. Ruang Lingkup Pendidikan Islam terdiri dari perbuatan mendidik, peserta didik, dasar dan tujuan pendidikan, pendidik, materi pendidikan Islam, metode pendidikan, alat pendidikan, evaluasi pendidikan, lingkungan pendidikan, dan lembaga pendidikan Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar