Renaisans, berasal dari kata Re, (kembali) dan Neitre (lahir) berarti "kelahiran kembali." Dalam konteks sejarat barat, istilah ini mengacu pada terjadinya kebangkitan kembali minat yang sangat besar dan mendalam terhadap kekeyaan warisan Yunani dan Romawi kuno dalam berbagai aspeknya. Pertama, karena pada masa ini manusia berhasil mencapai prestasi gemilang dalam berbagai bidang seni, filsafat, literatur, sains, politik, pendidikan, agama, perdagangan dan lain-lain. Kedua, Renaisans telah membangkitkan kembali cita-cita, alam pemikiran, filsafat hidup yang kemudian menstrukturisasi standar-standar dunia modern seperti optimisme, hedonisme, naturalisme dan individualisme. Ketiga, terjadinya kebangkitan kembali minat mendalam terhadap kekayaan warisan Yunani dan Romawi Kuno. Keempat, terjadinya kebangkitan humanisme sekuler yang menggeser orientasi berfikir manusia dari yang bersifat teosentrik menjadi antroposentris. Kelima, terjadinya pemberontakan terhadap gereja yang kemudian muncul kebebasan intelektual dan agama. Dalam hal masa ini telah memaklumkan bahwa manusia sendiri adalah kaidah segala sesuatu yang ada, bukan Gereja atau Alkitab.
Dunia Islam pernah mencapai masa keemasan di bidang sains, teknologi, dan filsafat tepatnya di bawah Dinasti Abbasiyah yang berkuasa sekitar abad-8 sampai abad 15. Lebih lanjutnya bahwa sarjana muslin menjadi jembatan dan perantara bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern saat ini. Dari dunia Islam, Ilmu pengetahuan mengalami transmisi, diseminasi, dan proliferasi ke dunia Barat yang mendukung muculnya zaman Renaisans di Eropa. Melalui dunia Islam, barat mendapat akses untuk mendalami dan mengambangkan ilmu pengetahuan modern.
Transmisi pemikiran dan sains Islam ke Barat pada awal abad pertengahan melewati beberapa tahap. Pertama, sekolompok sarjana Barat mengunjungi wilayah-wilayah muslim untuk melakukan kajian-kajian pribadi. Kedua, bermula dengan pendirian Universitas-Universitas pertama Barat. Ketiga, pada tahab ini sains Islam berhasil ditransmisikan ke Perancil dan wilayah-wilayah Barat lewat Itali. Bentuk Kontribusi ilmu pengetahuan Islam terhadap Bangsa Barat antara lain. Diantaranya: Kedokteran, Pertanian, Astronomi, Sosiologi, Matematika, Sejarah dan banyak juga yang mempelajari metode keilmuan dari orang-orang Islam di masa pertengahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar