Rabu, 09 November 2022

PETA KEMUNCULAN PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM

             Pemikiran modern dalam Islam ini merupakan sebuah rencana yang akan mengawali perubahan yang sangat dasar bagi umat Islam sebagai nilai ajaran dan umat Islam ini sendiri sebagai pembawa arus perubahan tersebut. Di mana maknanya yaitu upaya atau aktivitas untuk mengubah kehidupan umat Islam dari keadaan yang ada menjadi keadaan yang baru yang kemudian akan di wujudkan. Di mana apa yang dilakukan dan di upayakan ini untuk memperbaiki kehidupan umat Islam di dunia dan akhirat sesuai dengan pedoman yang ada yang sudah di tentukan oleh ajaran agama Islam. Dalam pembaharuan di Islam pasti mengandung perubahan nilai yang memang sudah mestinya untuk berubah agar nilai-nilai yang tidak mempunyai pedoman akar yang kuat dari Al-Qur'an dan Hadits akan di ubah.

             Kesadaran akan perlunya diadakan pembaruan timbul pertama kali dikerajaan Turki Usmani dan di Mesir. Kerajaan usmani mempunyai daerah kekuasaan di Eropa Timur yang meluas sampai pintu gerbang kota Wina. Maka orang-orang Turki Usmani sejak awal telah mempunyai kontak langsung dengan Eropa. Sampai abad ke tujuh belas masehi kerajaan Usmani senantiasa mengalami kemenangan dalam peperangan melawan raja-raja Eropa. Tetapi mulai dari abad ke-18 masehi keadaan itu berbalik. Raja-raja Eropalah yang menang dan kerajaan Usmani mulai mengalami kekalahan. Sultan-sultan kerajaan Usmani pun mengirim duta-duta ke Eropa untuk mengetahui rahasia kekuatan raja-raja di Eropa yang pada abad-abad sebelumnya masih berada dalam keadaan yang amat mundur. Atas dasar laporan-laporan dari para duta itulah mula diadakan pembaruan di kerajaan Usmani, terutama mula dan permulaan abad ke-19, tapi pada mulanya bukan dalam bidang pemikiran, melainkan dalam pranata sosial. terutama kemiliteran dan pemerintahan.

           Kemunculan pemikiran Modern dalam Islam : Di Mesir, dimotori antara lain oleh : Muhammad Ali Pasya, At Thahthawi, Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha. Di Turki, dimotori antara lain oleh: Sultan Mahmud II, Tanzimat, Mustafa Kemal. Di India-Pakistan, dimotori antara lain oleh: Sayyid Ahmad Khan, Sayyid Ameer Ali, Muhammad Ali Jinnah dan Muhammad Iqbal. Di Indonesia, dimotori antara lain oleh: Syaikh Ahmad Soorkati dan Kyai H. Ahmad Dahlan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMIKIRAN ISLAM

     POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM               MODERN (Membedah Tiga Paradigma             Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis,       ...